Wanita Jawa

Pada etnis Jawa telah lama terpateri symbol-simbol etika budaya tentang perempuan. Simbol-simbol itu, selain memberi legitimasi strata eti...


Pada etnis Jawa telah lama terpateri symbol-simbol etika budaya tentang perempuan. Simbol-simbol itu, selain memberi legitimasi strata etika, juga mengandung acuan moral bagi perempuan etnis Jawa.
Seperti umumnya pemberian makna, simbol-simbol itu sering dilakukan melalui ungkapan bahasa yang menyiratkan aturan-aturan etika. Pada etnis Jawa, perempuan mempunyai banyak sebutan, diantaranya “Wanita”, “Wadon”, Wanodya” dan “Putri”, serta masih banyak lagi. Tetapi empat tersebut yang paling banyak digunakan untuk menyebut jenis kelamin perempuan, sekaligus penghormatan, kalau tidak boleh dikatakan beban etika.

Wanita” singkatan dari “wani ing tata”. Bermakna kaum wanita yang sangat maklum akan aturan atau etika. “Wani” dalam bahasa Jawa tidak diterjemahkan sebagai berani, akan tetapi lebih kepada pemahaman yang paripurna, tentang tata krama maupun etika. Beban psikologis yang mesti digendong wanita adalah keteladanan akan etika, baik di dalam rumah tangga maupun di masyarakat. Wanita selain menjadi tuntunan berperilaku, juga sumber tatanan moral. Ini menjadikan  wanita mempunyai kesetaraan peran, bukan pada posisi sub-ordinat laki-laki.

Wadon” singkatan sebagai “wadhahe wadi”. Tempat menyimpan rahasia. Sebagai perempuan, ia terbebani etika pandai menyimpan rahasia. Baik rahasia tentang dirinya, lebih-lebih tentang keluarganya. Menyimpan rahasia tidak bisa ditafsirkan sebagai menerima dan pasrah terhadap perlakukan yang diterima, melainkan berdimensi luas.

Wanodya” singkatan dari “wanuh ing udyana”. Wanuh mengandung pengertian akan kemampuan memahami. Udyana berarti taman yang penuh keindahan. Perempuan adalah sosok insan yang memang diciptakan syarat dengan keindahan yang selalu melekat pada dirinya, maupun perilakunya.
Jika perempuan sudah melaksanakan ketiga etika kodrati (wanita, wadon dan wanodya) maka orang itu disebut “Putri”. Singkatan dari “Putus Ing Triprakara”. Putus artinya sudah melaksanakan secara paripurna, ketiga (tri) perkara merujuk pada ketiga simbol etika dimaksud. Putri mengandung pengertian pada orang yang sudah paripurna mempraktekkan etika kodrati dalam kehidupannya. Putri, sebuah sebutan yang merujuk pada strata etika tertinggi yang disandang perempuan.

Sumber:  http://serbajawa.wordpress.com/2011/08/24/wanita-jawa/

Related

Budaya 7416620324223977963

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

RADIO ONLINE KBRMGL



Winamp, iTunes Windows Media Player Real Player QuickTime Web Proxy
Facebook  Twitter  Google+ Instagram Linkedin Path Yahoo

Populer

Comments

Find Us On Facebook

Twitter

item