Mimpi Orang Jawa

Siapa pun pasti pernah mimpi, kecuali orang yang tidak pernah tidur (ada nggak ya?). Dan selalu saja ada tafsir mimpi. Namanya juga tafsir,...

Siapa pun pasti pernah mimpi, kecuali orang yang tidak pernah tidur (ada nggak ya?). Dan selalu saja ada tafsir mimpi. Namanya juga tafsir, selain sangat samar, selalu ada pengaruh budaya dan lingkungan yang melatabelakanginya. Masing-masing bangsa atau etnis mempunyai tafsir dan pengertiannya sendiri-sendiri tentang mimpi. Dan itu sah-sah saja. Di Jawa, secara umum ditafsirkan, bahwa mimpi adalah hiasan orang tidur (kembangé wong turu).
Penilitan secara ngilmiah juga belum ada kesimpulan yang memadai sebagi rujukan. Padahal tidak terbilang waktu, tenaga dan dana yang digunakan. Sementara belum ada kesimpulan ngilmiah yang bisa digunakan sebagai rujukan, mungkin tulisan ini dapat memperkaya pengetahuan anda tentang mimpi.
Pembagian waktu. Menurut waktu terjadinya mimpi, dapat digolongkan menjadi tiga bagian. “Titiyoni”, adalah mimpinya orang tidur di waktu sore hari. Artinya belum terlalu malam. Batasan waktu malam menjadi sangat lentur. Mimpi di waktu tidur sore hari, tidak bermakna sama sekali, karena hanya sekedar hiasan tidur. “Gondoyoni”, adalah mimpi yang terjadi waktu tengah malam. Ditafsirkan sebagai tanda-tanda alam, yang untuk menterjemahkannya memerlukan bantuan seorang ahli tafsir mimpi. Mimpi waktu tengah malam umumnya tidak terjadi dalam waktu dekat. Mimpi di waktu menjelang subuh disebut “Puspa tajem”. Mimpi di waktu menjelang subuh dipercaya bakal terjadi dalam waktu dekat. Jika mimpi buruk bakal terjadi buruk, begitu pun sebaliknya.
Pasca mimpi. Ada juga penjelasan mimpi tetapi setelah “kejadian sebenarnya terjadi” dan bisa dikaitkan dengan mimpinya. Disini diperlukan keahlian menafsir mimpinya agar dapat digolongkan dengan istilahnya. “Kacakrabawa” adalah tafsir mimpi yang timbul karena keinginan yang belum terlaksana. Keinginan tersebut selalu muncul dalam pikiran setiap hari. Misalnya, setelah melihat iklan mobil baru di televisi, maka keinginan untuk memiliknya kuat sekali. Begitu kuatnya sampai muncul dalam mimpi. “Kasudarsana” asal kata dari “sudarsana”. Sudarsana artinya teladan atau contoh. “Kasudarsana” adalah mimpi yang betul-betul terjadi seperti contoh yang ada dalam mimpi. Jika mimpi buruk, maka terjadi buruk juga. Begitu pun sebaliknya. “Kadaradasih” adalah mimpi yang benar-benar terjadi dalam waktu dekat. Pengertian waktu dekat sangat lentur, bisa besoknya atau dalam satu-dua hari berikutnya. “Kawasita” dari kata asal “wasita” yang artinya nasehat. Kawasita adalah mimpi yang berisi isyarat dari yang di ”SONO”. Isyarat itu bisa berupa petunjuk atas kesulitan yang kita hadapi, atau tanda-tanda bakal terjadi sesuatu baik pada alam maupun kehidupan.
Mengingat bahwa tafsir mimpi sangat samar dan sangat dipengaruhi emosi yang bermimpi, maka jika anda berminat mengetahui makna mimpi disarankan meminta pendapat ahli tafsir mimpi. Tapi ada satu hal yang ingin saya sarankan, adalah berdoa sesuai keyakinan anda, adalah sesuatu yang dapat diterima secara umum.
Karena mimpi hanya ada dalam tidur, dan tidur mempunyai fungsi istirahat, baik secara ragawi maupun jiwa, maka tidur yang baik adalah tidur yang tidak bermimpi.


Sumber: http://serbajawa.wordpress.com/2011/12/19/mimpi-orang-jawa/

Related

Budaya 5374231902579810350

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

RADIO ONLINE KBRMGL



Winamp, iTunes Windows Media Player Real Player QuickTime Web Proxy
Facebook  Twitter  Google+ Instagram Linkedin Path Yahoo

Populer

Comments

Find Us On Facebook

Twitter

item