Album of The Day: Passenger – All the Little Lights

Musisi asal Inggris, Mike Rosenberg atau yang lebih dikenal dengan Passenger adalah pengusung folk-indie-pop. Maka tidak heran jika al...



Musisi asal Inggris, Mike Rosenberg atau yang lebih dikenal dengan Passenger adalah pengusung folk-indie-pop. Maka tidak heran jika album ketiganya, All the Little Lights, masih menyisakan semangat yang terdengar begitu eklektik. Vokal Rosenberg yang sedikit husky terdengar sangat pas menyanyikan lagu-lagu berbalut melodi indah dan berjalan secara perlahan namun pasti ini.
Dengarkan saja track Let Her Go, yang saat ini merupakan salah satu single paling sukes dari Passenger. Mungkin karena ada kandungan indie-pop dalam aransemen folknya, maka single ini tidak terdengar terlalu segmented, karena aura pop yang kental membuat single ini terdnegar seperti balada yang menyentuh dan pastinya easy listening.
Tapi All the Little Lights adalah album yang juara dan materinya tidak hanya Let Her Go. Bahkan semenjak track pembuka, Things That Stop You Dreaming, Passenger sudah mengajak kita untuk menyiapkan hati menerima barisan nada cantik yang meneduhkan. Gesekan cello dan biola yang berpadu dengan vokal Rosenberg seperti mengajak kita untuk melaju bersama barisan awan yang lembut, melintasi lingkar langit.
Folk yang ditawarkan oleh Passenger cenderung lebih tradisional, seperti Staring at the Stars yang memakai banjo yang membuat pengaruh blue-grass terdengar cukup mendominasi. Atau The Wrong Direction yang bisa saja menjadi sebuah nomor country jika ia mau. Meski dalam Keep On walking, jelas nuansa country tadi terdengar sangat kental. Sedikit pop-rock membalut Holes, memberi dinamika tersendiri untuk album All the Little Lights. Sedang track All the Little Lights adalah contoh bagaimana Passenger memanfaatkan folk sebagai sebuah wadah bercerita yang subtil.
Namun, secara umum All the Little Lights adalah kumpulan lagu-lagu yang mengalun dengan lembut dan melenakan. Menurut saya, untuk jenis ini, track Feather on the Clyde dapat menjadi higlight. Penggunaan brass section, yang biasanya dapat ditemui dalam lagu-lagu mariachi yang gembira, malah sangat mendukung kesan moody yang dibangun oleh lagunya, di saat Rosenberg menyanyi dengan penuh perasaan.
Kita juga bisa mendengarkan Circles yang mengandalkan denting gitar yang merdu. Agak mengingatkan akan Joshua Radin yang bertemu dengan Ed Sheeran, akan tetapi tidak kalah menariknya. Gitar juga nadi dalam track Patient Love meski hadir dalam notasi yang lebih repetitif ketimbang Circles. Yang disambung dengan Life’s for the Living yang juga masih memanfaatkan gitar namun juga harmonika dan brass section.
All the Little Lights mungkin akan terasa monoton bagi yang gemar lagu-lagu bertempo cepat dan penuh dinamika. Akan tetapi, meski bukanlah sebuah upaya meditatif, namun lagu-lagu yang dibawakan oleh Passenger dalam album ini terdengar cukup kontemplatif dan…menenangkan.
Tidak hanya akan memuaskan pendengar folk yang lembut mengalun dan memanjakan, rasa-rasanya para pengemar musik akustik yang manis akan menyukainya. All the Little Lights tidak hanya menjual itu, karena lirik-lirik mendalam yang tersurat di dalamnya merupakan titik atraktif lainnya. Direkomendasikan.
Well, mungkin album ini tidak akan disukai oleh para penggemar The X Factor yang dikritiknya di track I Hate. haha.

Related

Pop 45570103795924956

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Facebook  Twitter  Google+ Instagram Linkedin Path Yahoo

Populer

Comments

NOW PLAYING THE RADIO

Get the Flash Player to hear this stream.
Tune In:

Klik icon di bawah ini buat download Aplikasi Streaming RadioMGL langsung dari gadget kamu.

Find Us On Facebook

Twitter

item