Jamie Cullum – Momentum

Senang mengetahui jika pada akhirnya Jamie Cullum memutuskan berhenti dari hiatusnya dan merilis album baru di tahun ini. Maka kita sudah ...

Senang mengetahui jika pada akhirnya Jamie Cullum memutuskan berhenti dari hiatusnya dan merilis album baru di tahun ini. Maka kita sudah bisa menyimak album keenamnya yang bertajuk Momentum. Jarak empat tahun antara Momentum dengan The Pursuit (2009), album sebelumnya, bukanlah hal yang aneh, karena The Pursuit sendiri (juga) berjarak empat tahun dari album sebelumnya, Catching Tales (2005).
Dengan jarak yang cukup jauh tersebut, apa yang ditawarkan kini oleh Jamie? Apakah dia masih mengusung serunya jazz contemporer? Atau dia menginginkan musiknya ke arah yang lain? Ternyata album ini lebih condong ke pernyataan kedua.
Sebenarnya ini bukan hal yang aneh, karena komposisi di album The Pursuit sudah bisa menjadi patokan ke mana arah musik Jamie. Jazz tidak lagi mutlak menjadi musik yang diusungnya dan kini lebih mengarah pada pop-urban yang dicampur dengan sedikit rock dan folk.
Bagi kalangan puritan, tentu saja ini bisa dianggap sebagai sebuah kemunduran. Akan tetapi jika kita bisa menyimak album ini dengan lebih terbuka, Jamie Cullum sama sekali tidak mengecewakan kita dengan Momentum.
Sebagai pemanasan ia merilis single Love for $ale yang menampilkan rapper asal Inggris, Roots Manuva. Single lawas milik Cole Porter ini kini hadir dalam bentuk yang lebih urban dan hip, namun tak mengliminasi sentuhan jazzy milik Cullum. Love for Sale sendiri sudah pernah menghias album Jamie sebelumnya, yaitu Heard It All Before (1999), yang merupakan album pertamanya sebelum dikontrak label besar.
Jika Love for $ale masih terdengar sededikit “berat” di kuping awam, Momentum justru menghadirkan banyak track pop yang super catchy. Simak track pembuka The Same Things yang up-beat, atau Everything You Didn’t Do, sebuah pop ceria lengkap dengan chant “a..a..a..a” di bagian chorus yang mengikat.
Jangan lewatkan juga pop-rock bertempo cepat berjudul Take Me Out (Of Myself), yang lengkap dengan iringan piano Jamie Cullum. Dalam pop-balada melodius Get a Hold of Yourself, giliran gitar yang menemani Jamie saat bernyanyi dengan penuh perasaan.
Tentu saja kita masih bisa mendengarkan kelincahan jemari Jamie diatas tuts piano. Simak saja single lawas milik Anthony Newley, Pure Imagination yang berjalan dengan lembut, seolah-olah terdengar seperti bisikan, namun di tengah-tengah menggeliat penuh semangat dengan sentuhan piano jazzy ala Cullum.
Album ini juga menandakan proyek pertama Culum di bawah label baru, Island Record dan diproduseri oleh Dan The Automator dan juga Jim Abbiss. Latar belakang Dan sebagai produser hip-hop mau tidak mau mempengaruhi album ini. Setidaknya Momentum punya nomor-nomor soulful seperti Anyway atau When I get Famous, lengkap dengan semangat retro-nya.
Seperti yang saya sebutkan di review The Pursuit, vokal Jamie memang memiliki keunikan tersendiri, karena meski warna vokalnya sendiri tidak terasa terlalu nge-Jazz, akan tetapi ia mampu menguasai teknik vokal Jazz yang mumpuni, sehingga pada akhirnya ruh yang diperlukan bisa masuk dengan pas ke setiap lagu.
Dan jika dalam The Pursuit, elemen non-jazz terasa kurang mendominasi, maka siap-siap untuk lebih kecewa, karena persentase unsur jazz di Momentum sedikit sekali. Akan tetapi, Momentum adalah album yang sangat menyenangkan. Disusun oleh lagu-lagu yang manis dan berkesan. Setiap lagu memiliki karakteristik kuat yang membuat ia bisa dicerna sendiri-sendiri. Bersama mereka membangun sebuah album yang kuat.
Sebagai penutup, melalui Momentum, tampaknya Jamie Cullum tak akan kemana-mana. Ia mungkin akan lama hibernasi, akan tetapi akan kembali dengan album yang gemilang. Seperti Momentum ini.

Disadur dari : Creativedisc.com

Related

Jazz 4036378037340986007

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

RADIO ONLINE KBRMGL



Winamp, iTunes Windows Media Player Real Player QuickTime Web Proxy
Facebook  Twitter  Google+ Instagram Linkedin Path Yahoo

Populer

Comments

Find Us On Facebook

Twitter

item